SULAP FASHION ITEM LAMA MU MENJADI TRENDY DENGAN TEKNIK TEKSTIL DEKORATIF
SULAP FASHION ITEM LAMA
MU MENJADI
TRENDY DENGAN TEKNIK TEKSTIL DEKORATIF
Fashion
di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir mengalami peningkatan. Hal ini
didukung dengan perkembangan teknologi dan social
media pada era pandemic yang menyebabkan
aktifitas belanja online semakin meningkat dan masyarakat menjadi konsumtif.
Sifat konsumtif ini pun didorong oleh adanya pergantian tren mode yang sangat
cepat, sehingga menyebabkan masyarakat menjadi implusif mengikuti tren tanpa
tau akibatnya. Dampak terbesar yang ditimbulkan dari perilaku ini yaitu semakin
meningkatnya limbah fashion yang berbahaya bagi lingkungan. Hasil survey
yang dilakukan oleh Populix (2020) bahwa banyak yang melakukan belanja online
oleh kelompok masyarakat di usia 18 - 28 tahun dengan 68% suara. Di sisi lain,
riset yang dilakukan oleh Mark Plus (2020) menyatakan bahwa produk yang banyak
dikonsumsi selama masa pandemic merupakan produk fashion.
Terdapat
beberapa cara untuk mengatasi fenomena ini, seperti melakukan konsep 3R (Reuse,
Reduce, Recycle). Namun kita dapat melakukan langkah kecil terlebih dahulu
seperti me-recycle produk fashion yang sudah lama agar memiliki
tampilan baru dengan mengikuti tren yang diinginkan. Proses recycle ini
bisa dilakukan dengan menggunakan decorative
technique, yaitu teknik yang memberikan sentuhan efek visual pada permukaan
tekstil dengan tujuan untuk memperindah tampilannya. Decorative technique dapat dilakukan dengan berbagai media,
contohnya dapat berupa sulaman, beading (payet), dan tapestry. Dengan melalukan recycle akan
membuat barang lama kita terlihat baru dan lebih menarik. Hal yang lebih
menarik dari recycle adalah barang yang kita buat akan menjadi
satu-satunya di dunia. Barang yang kita miliki tidak akan sama dengan orang lain. Bahkan kita bisa menjadi pusat perhatian
dalam hal yang positif. Memiliki barang yang berbeda dengan orang lain juga
sungguh menyenangkan.
Kalian sudah melihat gambar di atas bukan ? siapa
yang mengira itu adalah barang bekas yang ada di rumah penulis. Penulis sudah
melakukan hal tersebut di kehidupan nyata dan kegiatan me-recycle tersebut
sudah menjadi hal yang biasa bagi
penulis. Penulis adalah seorang mahasiswa yang berkuliah di Universitas
Telkom, bernama Cicha Paramitha, Febrinolla Susanto, dan Widya Dwi Utami yang
kini sudah menginjak semester 7 dan sedang menjalani program Kelas Merdeka di
Universitas Ciputra Surabaya dengan mata kuliah Decorative Technique For Garment. Di kampus mereka diajarkan
mengenai fashion dan kriya, juga
bagaimana cara mengatasi segala permasalahan di dunia fashion, karena itu mereka mengetahui mengenai recycle dan decorative
technique.
Untuk memenuhi
tugas akhir semester, penulis memiliki
ide dengan melakukan recycle pada barang yang sudah tidak terpakai agar memiliki
tampilan yang baru dengan memanfaatkan decorative
technique. Cicha memanfaatkaan barang lamanya berupa blazer yang diubah menjadi sebuah vest dengan detail tambahan
berupa dekorasi dengan teknik tapestry
pada bagian saku, sulaman tulisan pada
bagian atas saku sebelah kanan, dan beading
pada seluruh bagian depan vest. Febrinolla
me-recycle produk tas lamanya dengan
menambahkan teknik dekoratif beading pada
bagian depan tas sehingga tampilannya menjadi lebih menarik. Lalu Widya
mengubah kacamata lamanya dengan me-recycle
tampilan kacamata dengan tambahan teknik beading
pada bagian frame kacamata sehingga menjadikannya
terlihat unik. Hasil dari recycle
yang dilakukan oleh penulis dijadikan satu look yang unik dengan inspirasi gaya
chanel dan pemilihan warna monokrom hitam dan beige.
Melakukan recycle membuat kita menjadi lebih
kreatif dan barang-barang lama yang kita punya menjadi berharga kembali. Selain memiliki hal positif di diri
sendiri ternyata recycle juga membuat kita menjaga bumi,
mengurangi limbah, sampah, polusi, juga membantu kita menghemat energi dan
uang. Jadi, apa kalian tertarik
dengan recycle ? Apa kalian pernah melalukan recycle ?
Vest : Cicha Paramitha
Bag : Febrinolla Susanto
Glasses : Widya Dwi Utami
Komentar
Posting Komentar